Perbedaan Uji Kuat Tekan Beton Menggunakan Zat Aditif dan Non Aditif

Penulis

  • Gunawan Riski Saputra PT Hutama Karya Infrastruktur

Kata Kunci:

beton, aditif, tekan, kekuatan, workmanship

Abstrak

Penelitian ini menggunakan campuran aditif plastiment VZ yang diperoleh dari perusahaan SIKA, yang berguna untuk mengurangi penggunaan air tanpa mengurangi workability, meningkatkan kekuatan beton serta mengurangi susut dan retak. Dan juga memudahkan pekerjaan membuat beton yang optimal. Benda uji yang digunakan sebanyak 4 kubus dengan variasi obat yaitu 0,20% untuk dua sampel dan dua sampel menggunakan beton normal tanpa obat keempat sampel menggunakan komposisi bahan yang sama. Yaitu semen 290 gr, pasir 856 gr, kerikil 906 gr, dan 197 air. Pengujian kuat tekan beton dilakukan pada umur 7 dan 28 hari. Hasil kuat tekan rata-rata beton yang menggunakan obat umur 7 hari adalah 590 Kn, beton tanpa obat umur 7 hari adalah 390 Kn, beton yang menggunakan obat umur 28 hari adalah 620 Kn dan beton tanpa obat umur 28 hari adalah 390 Kn. Hasil kuat tekan yang paling optimal untuk kualitas beton K-175 adalah beton yang menggunakan tambahan Sika Plastiment VZ dengan umur 28 hari. Dengan hasil kuat tekan diatas terlihat jelas dengan komposisi material yang sama penambahan Sika Plastiment VZ sangat mempengaruhi nilai kuat tekan beton.

Unduhan

Diterbitkan

2021-05-31

Cara Mengutip

Saputra, G. R. (2021). Perbedaan Uji Kuat Tekan Beton Menggunakan Zat Aditif dan Non Aditif. STATIKA: Jurnal Teknik Sipil, 7(1), 12–20. Diambil dari http://ejournal.polraf.ac.id/index.php/JTS/article/view/61