Jurnal Multidisiplin Raflesia
https://ejournal.polraf.ac.id/index.php/JMR
<p>Jurnal Multidisiplin Raflesia (JMR) merupakan Jurnal Ilmiah yang mempublikasikan hasil-hasil penelitian empiris, studi teoritis dan pemikiran kritis dalam bidang multidisiplin ilmu.</p> <p><a href="https://loket88.net/"><span data-sheets-root="1">loket88 login</span></a></p> <p><span data-sheets-root="1"><a href="https://www.doyoudothatathome.com/">togel</a></span></p> <p><span data-sheets-root="1"><a href="https://daintimo.com/blogs/news">berlian888</a></span></p>LPPM Politeknik Raflesiaid-IDJurnal Multidisiplin Raflesia2986-0571Hubungan Kualitas Pelayanan dengan Persepsi Pasien Medical Chek Up Surat Keterangan Bebas Napza di Rumah Sakit Bhayangkara TK III Pekanbaru Tahun 2026
https://ejournal.polraf.ac.id/index.php/JMR/article/view/1459
<p>Rumah sakit memiliki peran strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Mutu pelayanan menjadi indikator utama keberhasilan rumah sakit dalam memenuhi kepuasan pasien, terutama di tengah persaingan layanan kesehatan yang semakin ketat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan dengan persepsi pasien Medical Check Up (MCU) Surat Keterangan Bebas Napza di Rumah Sakit Bhayangkara Tk III Pekanbaru tahun 2026. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain <em>cross sectional</em> yang dilaksanakan pada bulan Mei–Juli 2026. Populasi penelitian berjumlah 1.500 pasien dengan sampel sebanyak 94 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Variabel independen adalah kualitas pelayanan yang diukur dengan lima dimensi SERVQUAL, yaitu bukti fisik (<em>tangibles</em>), keandalan (<em>reliability</em>), daya tanggap (<em>responsiveness</em>), jaminan (<em>assurance</em>), dan empati (<em>empathy</em>). Variabel dependen adalah persepsi pasien terhadap pelayanan MCU. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara seluruh dimensi kualitas pelayanan dengan persepsi pasien. Pada dimensi bukti fisik diperoleh nilai <em>P value</em> = 0,007 ≤ 0,05 dan POR = 8,846 (CI 3,396–23,046). Dimensi keandalan menunjukkan <em>P value</em> = 0,002 ≤ 0,05 dan POR = 4,286 (CI 1,782–10,310). Dimensi daya tanggap memiliki <em>P value</em> = 0,014 ≤ 0,05 dan POR = 8,056 (CI 3,127–20,752). Dimensi jaminan menunjukkan <em>P value</em> = 0,003 ≤ 0,05 dan POR = 4,086 (CI 1,676–9,959). Sedangkan dimensi empati memiliki <em>P value</em> = 0,002 ≤ 0,05 dan POR = 7,886 (CI 3,050–20,386). Temuan ini menegaskan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap persepsi pasien MCU, dengan dimensi bukti fisik sebagai faktor dominan. Peningkatan mutu layanan pada aspek fasilitas fisik, ketanggapan petugas, serta komunikasi yang lebih empatik diharapkan dapat memperkuat kepercayaan pasien sekaligus meningkatkan citra dan daya saing rumah sakit dalam penyediaan layanan MCU.</p>Nurul Alia NatasyaRaviolaArief Wahyudi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Raflesia
2026-09-072026-09-0752113Analisis Sistem Pengelolaan Arsip di Sub Bagian Perencanaan Administrasi Rumah Sakit Bhayangkara Tk III Pekanbaru Tahun 2026
https://ejournal.polraf.ac.id/index.php/JMR/article/view/1460
<p>Pengelolaan arsip merupakan salah satu kegiatan penting dalam menunjang kelancaran administrasi rumah sakit karena berfungsi sebagai sumber informasi dan alat bukti. Sub Bagian Perencanaan Administrasi Rumah Sakit Bhayangkara TK III Pekanbaru menghasilkan berbagai arsip administrasi yang perlu dikelola secara sistematis. Namun, dalam pelaksanaannya pengelolaan arsip masih menghadapi beberapa kendala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan arsip di Sub Bagian Perencanaan Administrasi Rumah Sakit Bhayangkara TK III Pekanbaru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Informan penelitian terdiri dari Kepala Sub Bagian Rencana Administrasi, Kepala Urusan Tata Usaha, petugas pengelola arsip, dan Kepala Urusan Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan arsip di Sub Bagian Perencanaan Administrasi Rumah Sakit Bhayangkara TK III Pekanbaru belum optimal. Hal ini ditunjukkan oleh keterbatasan sumber daya manusia, sarana dan prasarana yang belum memadai, sistem penyimpanan arsip yang belum menggunakan pengkodean secara terstruktur sehingga proses temu kembali arsip masih membutuhkan waktu, pemeliharaan arsip yang belum optimal, serta pemusnahan arsip yang belum dilaksanakan sesuai Jadwal Retensi Arsip (JRA).</p> <p>Disarankan kepada Rumah Sakit Bhayangkara TK III Pekanbaru untuk menambahkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang kearsipan, melengkapi sarana dan prasarana, menyempurnakan sistem penyimpanan, meningkatkan pemeliharaan, serta melaksanakan pemusnahan arsip sesuai Jadwal Retensi Arsip (JRA) agar pengelolaan arsip lebih efektif dan efisien.</p>DesriantiRaviolaAhmad Satria Efendi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Multidisiplin Raflesia
2026-09-072026-09-07521426