Meningkatkan Minat Belajar Bahasa Inggris dengan Menerapkan Metode Cooperative Learning di LKP OXFORD Solok Selatan
DOI:
https://doi.org/10.53494/jpvr.v2i2.153Kata Kunci:
Minat, Cooperative Learning, Lembaga Keterampilan dan PelatihanAbstrak
Tidak dapat dipungkiri sampai saat ini Bahasa Inggris masih memiliki peran aktif dan penting dalam berbagai aspek kegiatan baik dunia pendidikan maupun dunia kerja. Dengan adanya Lembaga Keterampilan dan Pelatihan OXFORD sebagai salah satu sarana Pendidikan Luar Sekolah/ Non-formal di lingkungan Pendidikan Solok Selatan diharapkan mampu membangkitkan semangat siswa dalam belajar dan mengasah kemampuan Bahasa Inggris secara aktif, khususnya generasi di Solok Selatan. Semangat saja tidak cukup tanpa usaha dan kerja keras dari guru maupun siswa. Untuk itu perlu adanya metode pembelajaran yang mampu meningkatkan minat siswa. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan secara kolaboratif dalam dua siklus dengan menerapkan Metode Cooperative Learning, yaitu membentuk kelompok belajar yang terdiri dari 3-5 orang siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan tes lisan. Teknik analisis data dilakukan secara qualitatif dan quantitatif. Pada hasil observasi terdapat peningkatan minat belajar siswa terus meningkat dari 56,61% naik 64,28% naik 76,85% naik 80.38%. Pada hasil tes lisan juga menunjukkan peningkatan nilai rata-rata siswa dari 65,07 pada siklus I naik menjadi 76,80 pada siklus II. Dapat disimpulkan Metode Cooperative Learning mampu meningkatkan minat belajar siswa sekaligus kemampuan belajar siswa.
Referensi
Ariastuti, Anik,dkk.(2014). Peningkatan Minat Belajar Bahasa Inggris Siswa Melalui Media Audio Visual Di Smp Negeri 1 Klaten. Vol.6, Page.31-41. https://journals.ums.ac.id/index.php/KLS/article/view/
Bajrami, L. and Merita Ismaili, M. (2016). The Role of Video Materials in EFL Classrooms. Procedia - Social and Behavioral Sciences. Vol.232, Page.502–506. https://doi.org/10.1016/J.SBSPRO.2016.10.068
Brown, Shanoon Kelly. (2010). Popular films in the EFL classroom: Study of methodology. Procedia - Social and Behavioral Sciences. Vol.3, Page:45–54. https://doi.org/10.1016/J.SBSPRO.2010.07.011
Daryanto. (2011). Penelitian Tindakan Kelas dan Penelitian Tindakan Sekolah. Yogyakarta: Gava Media.
Harris, David P. (1969). Testing English as A Second Language. New York: McGraw-Hill Book Company.
Juita, Hartati Ratna dan Sigit Widiyarto. (2018). The Effectiveness of Cooperative Learning Methods: A case study of writing learning at Junior High School.Vol.257.
Slavin, Robert E. (2010). Cooperative Learning Teori, Riset dan Praktik. Bandung: Nusa Media.
Sunendar, Tatang. (2008). Prosedur Penelitian Tindakan Kelas. Jawa Barat. Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan. https://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/03/21/penelitian-tindakan-kelas-part-ii/
Suprijono, Agus. (2009). Cooperative Learning: Teori dan Aplikasi Paikem. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Trianto. (2010). Panduan Lengkap Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) Teori & Praktik. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 Riza Eka Putri

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.







