EVALUASI KONDISI FISIK JALAN DAN SISTEM DRAINASE PADA RUAS JALAN MADRASAH SIDOREJO CURUP SEBAGAI UPAYA MITIGASI KERUSAKAN PERKERASAN

Penulis

  • Fahira Rhomianti Politeknik Raflesia
  • Astri Dera Audia Politeknik Raflesia
  • M Ali Politeknik Raflesia
  • Ahmad Sajid Politeknik Raflesia

Kata Kunci:

kerusakan perkerasan, drainase jalan, mitigasi

Abstrak

Jalan Madrasah yang terletak di Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Curup, Kabupaten Rejang Lebong merupakan ruas jalan sepanjang 473 meter dengan lebar perkerasan 3-4 meter yang mengalami berbagai jenis kerusakan permukaan akibat kondisi drainase yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kondisi fisik perkerasan jalan dan sistem drainase pada ruas tersebut sebagai upaya mitigasi kerusakan lebih lanjut. Metode yang digunakan adalah metode campuran (mixed method) yang menggabungkan pendekatan kuantitatif berupa perhitungan luas kerusakan dengan rumus panjang kali lebar, dan pendekatan kualitatif berupa observasi kondisi fisik drainase di lapangan serta wawancara dengan warga sekitar. Hasil penelitian pada 36 titik kerusakan menunjukkan total luas kerusakan sebesar 203,7871 m² atau 13,46% dari total luas perkerasan 1.513,60 m², sehingga tergolong kategori Rusak Ringan berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 13/PRT/M/2011. Dari sepuluh segmen yang diamati, empat segmen (Segmen 1, 3, 5, dan 10) tergolong Rusak Berat, dua segmen (Segmen 2 dan 4) tergolong Sedang, dan empat segmen (Segmen 6-9) tergolong Baik. Kondisi drainase yang buruk pada beberapa titik menjadi salah satu faktor penyebab kerusakan perkerasan, terutama pada segmen yang salurannya tersumbat sedimen dan vegetasi liar atau bahkan tidak memiliki saluran sama sekali. Rekomendasi penanganan berupa perbaikan struktural pada segmen Rusak Berat, pemeliharaan berkala pada segmen Sedang, serta normalisasi drainase secara menyeluruh disarankan untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.

Referensi

Aprilianto dan Rianto. 2021. Pengaruh Kondisi Drainase terhadap Tingkat Kerusakan Jalan.

Badan Standardisasi Nasional. 1994. SNI 03-3424-1994 tentang Tata Cara Perencanaan Drainase Permukaan Jalan. Jakarta: BSN.

Direktorat Jenderal Bina Marga. 2011. Tata Cara Penilaian Kondisi Perkerasan Jalan dengan Metode Bina Marga (Pd T-01-2011-B). Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum.

Direktorat Jenderal Bina Marga. 2017. Manual Desain Perkerasan Jalan (2017), No. 04/SE/Db/2017. Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Farhan, A. M., Amrozi, M. R. F., dan Siswosukarto, S. 2025. Perancangan Tebal Perkerasan

berdasarkan Manual Desain Perkerasan Jalan 2024 Studi Kasus Jalan Yogyakarta-Bakulan.

Kementerian Pekerjaan Umum. 2011. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 13/PRT/M/2011 tentang Tata Cara Pemeliharaan dan Penilikan Jalan. Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum.

Kementerian PUPR. 2023. Pedoman Sistem Drainase Jalan. Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Miles, M. B. dan Huberman, A. M. 1994. Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. Thousand Oaks: Sage Publications.

Ramdani, R., Zulkarnaen, Z., dan Purnama, A. 2022. Analisis Pengaruh Genangan Air terhadap Kerusakan Jalan di Kelurahan Uma Sima Kecamatan Sumbawa: Studi Kasus Jalan Tongkol. Jurnal Sainteka 3(1): 7-12.

Sukirman, S. 1999. Perkerasan Lentur Jalan Raya. Bandung: Nova.

Suripin. 2004. Sistem Drainase Perkotaan yang Berkelanjutan. Yogyakarta: Andi.

Toffi, C. S. C. dan Sumanjaya, A. A. G. Analisis Pengaruh Kondisi Drainase terhadap Kinerja Perkerasan Lentur Menggunakan Metode IKP dan One-Way ANOVA.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-31

Cara Mengutip

Rhomianti, F., Audia, A. D., Ali, M., & Sajid, A. (2026). EVALUASI KONDISI FISIK JALAN DAN SISTEM DRAINASE PADA RUAS JALAN MADRASAH SIDOREJO CURUP SEBAGAI UPAYA MITIGASI KERUSAKAN PERKERASAN. STATIKA: Jurnal Teknik Sipil, 12(1), 20–26. Diambil dari https://ejournal.polraf.ac.id/index.php/JTS/article/view/1475