https://ejournal.polraf.ac.id/index.php/JTS/issue/feedSTATIKA: Jurnal Teknik Sipil2025-12-31T08:41:09+07:00Cahyo Agung Saputracahyoagungsaputra@polraf.ac.idOpen Journal Systems<p>Statika : Jurnal Teknik Sipil merupakan berkala ilmiah program studi Teknik Sipil Politeknik Raflesia. Statika : Jurnal Teknik Sipil memiliki ISSN 2252-9756 (media cetak). terbit dua kali setahun pada bulan Mei dan November.</p>https://ejournal.polraf.ac.id/index.php/JTS/article/view/1201OPTIMALISASI PENGOLAHAN LIMBAH INDUSTRI GULA DALAM MENEKAN PENCEMARAN AIR DI PABRIK GULA JATIROTO LUMAJANG JAWA TIMUR2025-12-17T13:07:15+07:00Rino Dwisadirsadisons@gmail.comNur Cahyonorsadisons@gmail.com<p>Industri gula merupakan salah satu sektor agroindustri yang menghasilkan limbah cair dengan kandungan bahan organik tinggi dan berpotensi menimbulkan pencemaran air apabila tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi optimalisasi pengolahan limbah cair industri gula melalui pendekatan studi literatur terapan dengan studi kasus di Pabrik Gula Jatiroto, Lumajang, Jawa Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif-komparatif terhadap berbagai penelitian terdahulu terkait karakteristik limbah cair industri gula serta efektivitas metode pengolahan koagulasi–flokulasi menggunakan tawas, adsorpsi biomassa (ampas tebu dan kotoran sapi), dan penyerapan menggunakan zeolit. Hasil kajian menunjukkan bahwa koagulasi menggunakan tawas efektif menurunkan kekeruhan dan padatan tersuspensi, namun belum cukup untuk menurunkan beban organik terlarut secara signifikan. Metode adsorpsi menggunakan ampas tebu dan kotoran sapi mampu menurunkan COD masing-masing hingga sekitar 75,5% dan 79%, sedangkan zeolit berperan sebagai unit pemolesan yang efektif dalam menyerap kontaminan residu, termasuk ion logam. Estimasi penerapan pengolahan terintegrasi pada debit limbah 800–900 m³/hari dengan COD awal 4.000–8.000 mg/L menunjukkan potensi efisiensi penurunan COD total sebesar 85–88%. Dengan demikian, kombinasi metode koagulasi, adsorpsi biomassa, dan zeolit berpotensi menjadi alternatif pengolahan limbah cair industri gula yang efektif, berbiaya relatif rendah, dan berkelanjutan.</p>2025-12-31T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 STATIKA: Jurnal Teknik Sipilhttps://ejournal.polraf.ac.id/index.php/JTS/article/view/1214ANALISIS KERUSAKAN SALURAN PELIMPAH PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKTO HIDRO (PLTMH) KEPALA CURUP2025-12-18T14:57:03+07:00Fahira Rhomianti Putricimorafrp@gmail.comRidho Minfatkhunridhominfatkhun@gmail.comHidayatihidayati@gmail.comM. Syamsul Ma'ariefmsyamsul@gmail.com<p>Saluran pelimpah (<em>spillway</em>) merupakan komponen penting dalam sistem Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang berfungsi untuk mengalirkan kelebihan debit air guna mencegah kerusakan pada struktur utama. Penelitian ini menganalisis penyebab kerusakan, menghitung volume kerusakan dan perbaikan pada Saluran Pelimpah Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Kepala Curup. Metode yang digunakan adalah observasi lapangan dan dokumentasi visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan utama disebabkan oleh kurangnya pemeliharaan berkala sehingga tumbuhan vegetasi liar seperti rumput dan semak, serta bahkan terdapat pohon yang sudah cukup besar yang akarnya mengakibatkan kerusakan struktur pada saluran pelimpah berupa retakan pada dinding dan lantai. Selain itu desain struktur yang tidak adanya struktur tambahan berupa dinding penahan tanah atau talud disisi kanan dan kirinya yang membuat penurunan struktur saluran pelimpah sehingga mengakibatkan retak pada struktur bangunan saluran pelimpah. Material yang digunakan pada lantai saluran pelimpah menggunakan beton rabat dengan mutu rendah, hal ini membuat kerusakan berupa kropos dan berlubang pada lantai saluran pelimpah. Dampak dari kerusakan ini berpotensi mengganggu kelancaran aliran air, menurunkan efisiensi pembangkitan listrik, serta meningkatkan risiko kerusakan struktural pada komponen lain PLTMH.</p>2025-12-31T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 STATIKA: Jurnal Teknik Sipilhttps://ejournal.polraf.ac.id/index.php/JTS/article/view/1213Perbandingan Biaya Pemeliharaan Runway Sebelum dan Sesudah Pekerjaan Overlay di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu2025-12-18T09:07:05+07:00Rika Fitrianirikafitriani395@gmail.comBhayu satrio wibowobhayusatrio49@gmail.comSyaflenedisyaflenedi@gmail.comAhmad Sajidahmadsajid@gmail.com<p>Runway Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu, mengalami kerusakan signifikan sebelum pekerjaan <em>overlay</em>, menyebabkan biaya pemeliharaan tinggi. Penelitian ini bertujuan membandingkan biaya pemeliharaan runway sebelum dan sesudah <em>overlay</em> untuk mengevaluasi efisiensi biaya. Perhitungan Menggunakan metode kuantitatif deskriptif, data sekunder dari PT Angkasa Pura Indonesia dianalisis, mencakup laporan pemeliharaan tiga tahun sebelum <em>overlay</em> (2022–2024) dan empat bulan pasca-<em>overlay</em> (Oktober 2024–Februari 2025). Hasil menunjukkan biaya pemeliharaan sebelum <em>overlay</em> sebesar Rp1.657.000.000 per tahun, turun menjadi Rp387.000.000 per tahun (proyeksi dari Rp32.250.000 per bulan) pasca-<em>overlay</em>, dengan efisiensi 76,65%. <em>Overlay</em> jenis <em>debt overlay</em> (aspal HMA, tebal 5–7 cm) efektif mengurangi frekuensi kerusakan seperti <em>alligator crack</em>, <em>longitudinal crack</em>, dan <em>raveling</em>, mendukung strategi pemeliharaan berkelanjutan dan keselamatan penerbangan.</p>2025-12-31T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 STATIKA: Jurnal Teknik Sipilhttps://ejournal.polraf.ac.id/index.php/JTS/article/view/1212PERENCANAAN SALURAN DRAINASE TERTUTUP JALAN Kh. HASYIM AZHARI KELURAHAN SUKARAJA KECAMATAN CURUP TIMUR2025-12-18T09:01:00+07:00Muhammad Sri Adji Buwono Saktiajisakti321@gmail.comRaden Gunawangunawasabri11@gmail.comDesi Ria Anitadesiriaanita@gmail.comMuhammad Alimuhammadali@gmail.com<p>Perencanaan saluran drainase tertutup merupakan lankah penting dalam mengelola aliran air permukaan, terutama di wilayah padat penduduk seperti di Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Curup Timur. Permasalahan drainase di jalan Kh. Hasyim Azhari adalah terjadinya genangan air pada saat curah hujan tinggi. Selain itu, adanya tumpukan tanah di saluran drainase juga memperparah genangan yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran debit air hujan, dimensi saluran rencana dan debit rencana serta Rencana Anggaran Biaya (RAB). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dan dokumentasi di lokasi penelitian. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah primer yaitu dimensi saluran dan debit aliran, data sekunder berupa data curah hujan dari tahun 2019-2023 yang diambil dari BMKG Kepahiang. Data curah hujan tersebut digunakan untuk analisa hidrologi dan hidrolika yang kemudian dari analisa tersebut didapatkan hasi rata-rata curah hujan, debit aliran, dimensi saluran dan RAB. Hasil penelitian didapatkan debit air hujan sebesar 0,352 m3/detik, dimensi saluran drainase rencana adalah drainase persegi dengan lebar drainasi (B) 1 m, tinggi muka air (h) 0,50 m, tingi jagaan air (W) 0,5 m. Jumlah biaya seluruh kegiatan setelah ditambahkan dengan pajak PPN sebesar 11% menjadi Rp. 374.936.550,00,-.</p>2025-12-31T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 STATIKA: Jurnal Teknik Sipilhttps://ejournal.polraf.ac.id/index.php/JTS/article/view/1210ANALISIS STABILITAS LERENG PASCA LONGSOR DI JALAN LINTAS CURUP-LEBONG DESA TALANG RATU KECAMATAN RIMBO PENGADANG KABUPATEN LEBONG2025-12-18T08:31:12+07:00Ajeng Kurnia Manvaatiajengkurnia768@gmail.comBambang Farizalfarizalbmb44@gmail.comWilujeng Sriwahyuniwilujengs@gmail.comtugimantugiman@gmail.com<p>Penelitian ini menganalisis stabilitas lereng pasca longsor di Jalan Linta Curup-Lebong, Desa Talang Ratu, Kabupaten Lebong, Bengkulu, dengan fokus pada faktor geologi dan hidrologi yang mempengaruhi stabilitas lereng. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi stabilitas lereng, menentukan strategi pencegahan longsor, dan menemukan cara untuk meningkatkan stabilitas lereng. Metodologi penelitian meliputi survei lapangan untuk mengumpulkan data mengenai karakteristik tanah, serta analisis laboratorium untuk menentukan komposisi dan kapasitas dukung tanah. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan model stabilitas lereng untuk menilai faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan lereng dan mengidentifikasi penyebab utama terjadinya longsor. Hasil kajian menunjukkan bahwa kelebihan kadar air tanah, perubahan penggunaan lahan dari hutan ke perkebunan, dan ketiadaan sistem drainase merupakan faktor utama penyebab longsor. Uji kadar air tanah menunjukkan nilai rata-rata 43%, yang mengindikasikan potensi ketidakstabilan yang tinggi akibat kejenuhan air. Uji gradasi tanah mengungkapkan variasi dalam distribusi ukuran partikel; beberapa sampel menunjukkan distribusi yang baik, sementara yang lainnya menunjukkan ketidakteraturan yang signifikan. Pengamatan lapangan juga memperlihatkan kemiringan lereng yang curam dan kurangnya sistem drainase yang efektif sebagai faktor risiko tambahan.</p>2025-12-31T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 STATIKA: Jurnal Teknik Sipilhttps://ejournal.polraf.ac.id/index.php/JTS/article/view/1220STUDI KOMPREHENSIF PARAMETER INDEKS TANAH (SPECIFIC GRAVITY, ATTERBERG LIMIT) TERHADAP PERILAKU MEKANIK (CBR DAN BERAT VOLUME) 2025-12-31T08:16:11+07:00Arif Sitepuarif.sitepu@si.itera.ac.idKirtinanda PKirtinanda@si.itera.ac.idAnggarani Budi RibowoAnggarani.ribowo@si.itera.ac.idCahyo Agung SaputraCahyo.Saputra@si.itera.ac.idAyu Kamila Khanzaayu.khanza@si.itera.ac.id<p>Karakteristik tanah memegang peran penting dalam penentuan daya dukung dan kestabilan suatu konstruksi. <br>Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji keterkaitan antara parameter indeks tanah, seperti specific gravity dan <br>atterberg limit, terhadap sifat mekanik tanah yang diukur melalui nilai CBR (California Bearing Ratio) <br>menggunakan uji DCP (Dynamic Cone Penetrometer) serta berat volume. Sampel diambil dari kawasan belum <br>terbangun di lingkungan ITERA. Seluruh pengujian laboratorium dan lapangan mengacu pada standar ASTM. <br>Hasil penelitian menunjukkan adanya kecenderungan korelasi antara nilai DCP dan berat volume. Tanah dengan <br>plastisitas lebih rendah cenderung memiliki nilai penetrasi DCP lebih tinggi namun berat volume yang lebih <br>rendah.</p>2025-12-31T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 STATIKA: Jurnal Teknik Sipilhttps://ejournal.polraf.ac.id/index.php/JTS/article/view/1221PREDIKSI NILAI CBR LABORATORIUM BERDASARKAN PARAMETER INDEKS TANAH (ATTERBERG LIMIT, SPESIFIC GRAVITY) DAN DATA PEMADATAN PROCTOR 2025-12-31T08:41:09+07:00Arif Rahman Hakim Sitepuarif.sitepu@si.itera.ac.idsiti rahmasiti.rahma@si.itera.ac.idErdina Tyagita UtamiErdina.utami@si.itera.ac.idsiska apriwelnisiska.apriwelni@si.itera.ac.idPutri Ayu Dwiyanaputri.dwiyana@si.itera.ac.id<p>Penelitian ini menggunakan metode regresi linier berganda (Multiple Linear Regression Analysis/MLRA) untuk <br>memprediksi nilai California Bearing Ratio (CBR) dalam kondisi tidak jenuh (unsoaked) berdasarkan parameter <br>parameter tanah hasil pengujian laboratorium, yaitu batas Atterberg (LL, PL, PI), berat jenis tanah (Specific <br>Gravity/Gs), serta parameter pemadatan standar Proctor seperti MDD dan OMC. Seluruh pengujian dilakukan <br>sesuai dengan standar ASTM yang berlaku. Hasil analisis regresi linier sederhana (SLRA) menunjukkan bahwa <br>nilai koefisien determinasi (R²) yang diperoleh masih tergolong rendah, masing-masing sebesar 0,2504 untuk LL, <br>0,6989 untuk PL, 0,2326 untuk PI, 0,0829 untuk Gs, 0,3427 untuk MDD, dan 0,0917 untuk OMC. Nilai-nilai ini <br>mengindikasikan bahwa model SLRA belum mampu menggambarkan hubungan yang kuat antara masing-masing <br>parameter terhadap nilai CBR. Sebaliknya, hasil regresi linier berganda menunjukkan bahwa kombinasi parameter <br>LL, PL, dan MDD menghasilkan R² sebesar 1, yang berarti seluruh variasi nilai CBR unsoaked dapat dijelaskan <br>oleh model dengan sangat baik. Model lainnya, yang menggabungkan PI, Gs, dan OMC, juga menunjukkan hasil <br>yang sama dengan nilai R² sebesar 1. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa metode MLRA jauh lebih akurat <br>dan dapat diandalkan untuk memprediksi nilai CBR dibandingkan SLRA, serta berpotensi menghemat waktu dan <br>biaya dalam proses perencanaan dan evaluasi teknis pada proyek infrastruktur jalan.</p>2025-12-31T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 STATIKA: Jurnal Teknik Sipil